Di suatu negeri antah berantah nun jauh di sana, seorang putri sedang melakukan pekerjaan rumah dengan riang. Ia adalah Bilulela. Di rumah itu, ia diperlakukan sebagai pembantu oleh ibu tiri dan kedua kakak tirinya yang jahat. Dulu, Bilulela dibawa ke rumah itu karena ayahnya menikah dengan si ibu tiri, Tututua, dengan terpaksa. Tututua mengancam akan meneror ayah Bilulela dengan surat kaleng kosong apabila ayah Bilulela tak mau menikah dengannya. Akhirnya, ayah Bilulela terpaksa menikah dengannya, namun karena Tututua selalu menghabiskan uang untuk membeli obat-obatan terlarang dan minuman keras, ayah Bilulela pun menjadi stress dan meninggal dunia. Dan kakak-kakak tiri Bilulela, Sonasono dan Nandalolo, malah memanfaatkan kematian ayahnya dengan mengumpulkan uang sumbangan sebanyak-banyaknya. Bilulela, yang terlihat dengan tabah menghadapi segala kenyataan, selalu berusaha untuk tersenyum walau apapun dilakukan oleh kakak-kakak tirinya, sehingga ia semakin tampak cantik dan awet muda. Hal ini membuat Sonasono dan Nandalolo kesal. Mereka tidak mau melihat ada yang lebih cantik dari mereka, sehingga mereka selalu menyiksa Bilulela, menyuruhnya melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berat. Walaupun Bilulela terlihat selalu tabah dan tersenyum dari luar, namun sebenarnya ia menyimpan dendam di hatinya. Diam-diam Bilulela merencanakan sesuatu. (Backsound: hi-hi-hi-hi). Bilulela memiliki teman di Istana, Rakhmalama dan Rizqohoho, mereka adalah para pemain sandiwara istana yang handal. Bilulela meminta kepada mereka supaya mereka membuat pesta dansa istana palsu, untuk memancing Tututua, Sonasono dan Nandalolo ke jebakan yang Bilulela buat. Bilulela pun sudah menghubungi polisi terkemuka di sana, yaitu Shellagalak yang sudah berpengalaman menangkap buronan-buronan di negeri itu dengan jurus tamparannya yang dahsyat. Bilulela ingin agar Tututua ditangkap atas tuduhan pemakai obat-obatan terlarang, sementara Sonasono dan Nandalolo atas tuduhan membantu masuknya obat terlarang ke rumah itu. Bilulela sudah tidak sabar menunggu datangnya hari itu. Hari yang telah direncanakan pun tiba. Rizqohoho datang sebagai utusan istana dan mengumumkan pesta dansa palsu mereka, dan sesuai perkiraan, Tututua, Sonasono dan Nandalolo sangat bersemangat ingin menghadiri pesta dansa tersebut. Dan sesuai harapan Bilulela, Tututua melarang Bilulela untuk pergi ke pesta dansa. Bilulela berpura-pura tetap ingin pergi supaya tidak dicurigai, sehingga Sonasono dan Nandalolo yang teringat akan cerita Cinderella, menyembunyikan labu serta mengusir tikus-tikus di rumah mereka supaya tidak bisa diubah menjadi kereta kuda. Malam pun tiba. Tututua, Sonasono dan Nandalolo bergegas pergi ke pesta dansa palsu itu dan mengunci Bilulela di dalam rumah. Mereka tidak tahu, bahwa sejak pindah ke sana, Bilulela telah membuat duplikat semua kunci di rumah itu, agar ia bisa masuk ke rumah apabila ia pulang terlambat sehabis main di club. Bilulela segera menyusul ke tempat pesta diadakan dengan motor harley yang ia sembunyikan di hutan belakang rumah. Tampak di pesta tersebut telah ramai dipenuhi oleh teman-teman Rakhmalama dan Rizqohoho yang menyamar sebagai bangsawan. Begitupula Rakhmalama yang berperan sebagai pangeran tampan. Ia sedang sibuk meladeni permintaan Sonasono dan Nandalolo yang berebutan memaksa ingin berdansa dengannya. Bilulela mencari-cari, dan akhirnya ia menemukan shellagalak, yang tengah menikmati hidangan pesta tersebut, keripik pisang coklat aneka. Bilulela memberitahu shellagalak tentang tututua, yang kini sudah ada di pojok bar, mulai mabuk dan berjoget-joget bersama patung singa yang ia kira pria tampan. Shellagalak pun segera bergerak. Dengan satu teriakan, ia sudah bisa menarik perhatian semua tamu undangan pesta dansa palsu itu, dan lalu menangkap Tututua, Sonasono dan Nandalolo yang sedang lengah. Merekapun dibawa ke kantor polisi dan dimasukkan ke penjara bawah tanah. Bilulela merasa lega dan mengucapkan terimakasih kepada Rakhmalama dan Rizqohoho dan kemudian bermaksud pulang ke rumahnya. Namun ternyata ia dicegat oleh kedua pemain sandiwara tersebut. Mereka meminta bayaran yang tinggi kepada Bilulela atas pesta dansa palsu yang mereka selenggarakan. Bilulela bingung, lalu ia memohon kepada Tuhan agar diberikan jalan keluar. Lalu tiba-tiba dihadapannya muncul sesosok peri cantik yang wajahnya bersinar, yang dari nametag-nya diketahui bahwa ia bernama Wilucantik. Wilucantik pun membantu Bilulela membayar tagihan Rakhmalama dan Rizqohoho, lalu ia segera terburu-buru pergi karena ada permohonan dari tempat lain. Sementara itu.. Di penjara bawah tanah, Tututua, Sonasono dan Nandalolo memohon agar mereka dikeluarkan dari tempat yang pengap dan kotor itu. Lalu tiba-tiba muncullah Wilucantik, ia berkata bahwa ia bisa mengeluarkan mereka dengan mengubah tikus menjadi kunci penjara itu. Mulailah mereka mencari tikus di sekitar tempat itu, Akhirnya mereka menemukan seekor tikus bernama Nindikus, namun ternyata Nindikus adalah tikus yang mereka usir dari rumah mereka sebelum mereka berangkat ke pesta dansa. Nindikuspun tidak mau diubah menjadi kunci dan menolong mereka. Ia menggigit mereka dan segera kabur dari sana. Tututua, Sonasono dan Nandalolo pun kembali kebingungan. Namun Wilucantik memberikan jalan keluar. Wilucantik hanya dapat membuat kunci dari seekor tikus, maka, apabila salah satu dari mereka mau diubah menjadi tikus, maka nantinya akan bisa diubah menjadi kunci. Mereka bertigapun berdebat tentang siapa yang akan diubah menjadi tikus, lalu berkelahi dan terjadi aksi pukul-memukul. Malangnya, salah satu pukulan mereka mengenai Wilucantik. Ia pun marah dan akhirnya mengubah mereka bertiga menjadi tikus. Lalu Wilucantikpun pergi. Nindikus, yang kembali karena ada barang yang tertinggal, melihat mereka bertiga yang telah menjadi tikus dan menertawakan mereka. Karena Tututua, Sonasono dan Nandalolo tidak punya tempat tinggal dan belum tahu tentang dunia pertikusan, mereka bertigapun diangkat menjadi anak buah nindikus. Bilulela telah hidup bahagia di rumahnya sendiri. Ia benar-benar bahagia saat ini. Namun ada masalah. Sepertinya di rumah itu ada beberapa tikus yang mencuri bahan makanannya. Bilulelapun kemudian memasang beberapa jebakan, yang akhirnya mengenai tiga ekor tikus. Rupanya, tiga ekor tikus tersebut adalah Tututua, Sonasono dan Nandalolo. Itulah akhir dari hidup mereka... the end. original by wilu thanx to all my friends: Tutut-sobat, Sona, Nanda-Maruko,Shella, Rakhma, Rizqo n Nindy, and expecially 4 my Bilu |
Tampilkan postingan dengan label lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lucu. Tampilkan semua postingan
Kamis, 10 April 2008
Cerpen Original Wilu- Bilulela
Label:
aneh,
Bilu,
cerpen,
cinderella tapi bo'ong,
lucu
Rabu, 09 April 2008
Cerpen original wilu- Mutiara ajaib
Zaman dahulu kala, di suatu negeri nan jauh di sana, hiduplah seorang nelayan miskin yang tidak mempunyai uang (ya iya,lah. kan miskin). Sehari-harinya ia mencoba menangkap ikan dengan peralatan yang sangat sederhana, dan dengan jatah laut yang sempit, karena saat itu laut dikuasai oleh para pedagang di negeri itu. Sehingga tidak heran ia jarang mendapatkan hasil tangkapan yang cukup untuk dijual ke kota.
Namun suatu hari, saat ia sedang mencari ikan seperti biasanya, ia tidak sengaja menjaring seekor kerang besar. Nelayan itu senang bukan kepalang. Apalagi tampaknya kerang itu adalah kerang mutiara. Namun, saat akan membawanya pulang, nelayan itu mendengar suara. Setelah ia cari asal suara itu, rupanya suara itu berasal dari kerang!
"Bapak nelayan, tolonglah jangan bawa saya, saya masih jomblo, belum menikah, masih ingin menikmati hidup di laut.." kata kerang itu. Lalu nelayan itu berkata,"Tapi bagaimana, saya juga dalam keadaan susah, ada istri yang harus di nafkahi.." Kerang itu terdiam sejenak, lalu akhirnya berkata,"Baiklah pak, begini saja. Bapak lepaskan saya, lalu saya akan memberi bapak satu mutiara ajaib, warisan turun temurun dari keluarga saya. Dengan kerang itu, bapak akan mendapatkan keberuntungan". Maka akhirnya, nelayan tersebut melepaskan si kerang dan mendapatkan mutiara ajaib.
Baru sebentar ia memegang mutiara itu, ada seorang anak kecil yang berteriak. Rupanya ada anak kecil yang hampir tenggelam di wilayah lautnya. Segeralah ia melempar mutiara itu dan langsung menolong anak kecil yang berteriak tadi. Setelah diselamatkan, datang berbondong-bondong orang yang berpakaian indah menghampiri mereka. Rupanya, anak kecil itu adalah anak dari seorang pedagang paling sukses di negeri itu. Maka akhirnya Nelayan itu beserta istrinya diboyong ke rumah mereka dan diberi pekerjaan dengan gaji yang tinggi,sehingga mereka hidup berkecukupan.
Sementara itu, mutiara ajaib perlahan terkubur diantara pasir, dan beberapa tahunpun berlalu...
Di suatu sekolah dasar, terlihat seorang anak sedang duduk sendirian di taman. Ia memandangi teman-temannya yang sedang bermain tanpa mau berbasa-basi mengajaknya ikut serta. Ya, Ali memang pendiam. Tapi bukan berarti Ia tidak mau berteman dengan yang lain. Ia hanya malu untuk berkenalan. Apalagi akhir-akhir ini Mama sering memarahinya karena nilai matematikanya jelek. Mana ada waktu untuk main. Pulang sekolah saja langsung dijemput. Tidak boleh main kemana-mana. Semua itu membuat Ali tertekan. Ia ingin seperti yang lain, bermain dan belajar bersama. Ali bangun dari duduknya, memutuskan untuk bermain di bak pasir sendirian. Ia mulai mengais-ngais dan membuat gundukan, saat ia menemukan sesuatu. Ia menemukan mutiara putih yang indah! saat ia mengangkatnya dan terkagum-kagum, saat itulah seorang temannya jatuh di depannya. Tanpa pikir panjang, Ali menjatuhkan mutiara itu dan langsung menolong temannya. Rupanya, teman yang ditolongnya itu adalah Bryan, anak populer yang selalu mendapat peringkat satu sekolah. Setelah itu, keduanya menjadi akrab. Ali dikenalkan pada teman-teman Bryan, dan juga diajak belajar bersama, sehingga prestasi Ali meningkat dan Ia tidak kesepian lagi.
Mutiara yang ditemukan Ali--yang ternyata adalah mutiara ajaib--kembali terkubur diantara pasir. Dan beberapa tahunpun berlalu...
Kisah mutiara ajaib dan nelayan kini sudah menjadi legenda, didukung dengan pengalaman seorang profesor bernama Ali. Banyak orang yang berusaha mendapatkan mutiara ajaib yang konon dapat mendatangkan keberuntungan itu. Termasuk seorang putri cantik dari kerajaan yang sangat kaya raya. Rupanya, sang putri masih belum puas dengan kecantikannya, dan masih ingin memancungkan hidungnya beberapa sentimeter, dan ingin operasinya berjalan lancar dengan bantuan mutiara ajaib itu. Berkat informasi dan koneksi yang dimilikinya, Ia pun berhasil mendapatkan mutiara ajaib itu. Baru sebentar ia menimang-nimang mutiara itu, ia mendapat telepon dari dokter yang biasa mengoperasi plastik wajahnya, dokter tersebut berkata bahwa Ia sedang membutuhkan pinjaman uang karena istrinya sedang sakit berat, dan ingin meminjam dari sang putri. Namun malang, sang putri tidak mau meminjamkan uangnya.
Beberapa hari setelah itu, operasi hidung yang sudah dijadwalkan segera dilaksanakan. Namun, dokter yang terbakar amarahnya karena istrinya tidak bisa diselamatkan, mengoperasi hidung sang putri bukan semakin mancung, namun sebaliknya. Ia mengembalikan hidung sang putri ke asalnya, saat sang putri masih berhidung pesek. Sang putri yang kesal dengan kejadian itu, melempar mutiara ajaib ke luar jendela. Setelah itu, karena Sang putri malu dengan keadaannya, Ia pun tidak pernah berani untuk keluar dari istananya. Kerajaan sang putri mengalami kemunduran, sehingga sang putri tidak dapat mengoperasi hidungnya menjadi mancung kembali.
Sementara itu Mutiara ajaib kembali terkubur di dalam pasir...
Coba periksa kalungmu, siapa tahu ada mutiara ajaib itu diantaranya...
Langganan:
Postingan (Atom)
